Ambang 1 · 13,8 miliar tahun lalu

Big Bang

Inti hidrogen di dalam tubuhmu terbentuk kurang dari satu detik setelah alam semesta bermula. Usianya hampir 13,8 miliar tahun, tiga kali lebih tua dari Bumi.

● Draf: menunggu tinjauan ilmiah

Lupakan gambaran ledakan

Big Bang bukan ledakan di satu titik.

Bayangkan adonan roti kismis yang mengembang di oven. Setiap kismis menjauh dari kismis lainnya, dan tidak ada kismis yang menjadi "pusat". Begitulah ruang itu sendiri mengembang. Big Bang terjadi di mana-mana sekaligus, termasuk di tempat yang kini menjadi kamarmu.

Coba sendiri: alam semesta mengembang

Ketuk satu galaksi untuk menjadikannya "rumah". Lalu geser waktu.

Dari galaksi mana pun, semua galaksi lain tampak menjauh. Yang lebih jauh bergerak lebih cepat. Inilah yang diamati Georges Lemaître dan Edwin Hubble pada 1920-an.

Mengembang ke dalam apa?

Bukan ke dalam apa pun. Ruang tidak mengembang ke dalam sesuatu; jarak antar-galaksi yang bertambah. Pertanyaan ini terasa aneh karena otak kita terbiasa dengan benda di dalam ruang, bukan ruang itu sendiri.

Lebih luas dari 13,8 miliar tahun cahaya

Karena ruang terus mengembang selama cahaya dalam perjalanan, tepi alam semesta yang bisa kita amati kini berjarak sekitar 46 miliar tahun cahaya. Di luar itu masih ada lagi, kita hanya belum bisa melihatnya.

Memperdalam

Menit-menit pertama alam semesta

Hampir semua bahan penyusun dunia lahir dalam waktu lebih singkat dari satu jam pelajaran.

Skala logaritmik: setiap langkah ke kanan berarti waktu sepuluh kali lebih lama.

10⁻⁴³ detik Belum diketahui

Era Planck

Semua gaya mungkin masih menyatu. Fisika yang kita punya belum bisa menjelaskan saat ini; dibutuhkan teori gravitasi kuantum yang belum ditemukan.

Suhu ± 10³² K
Bukti kuat Hipotesis terkuat Belum diketahui
Bagaimana kita tahu?

Tiga petunjuk yang saling menguatkan

Tidak ada yang menyaksikan Big Bang. Tetapi alam semesta meninggalkan jejak, dan jejak-jejak itu bisa diukur.

1

Galaksi-galaksi menjauh

Pada 1927 Georges Lemaître, fisikawan sekaligus pastor Belgia, menghitung bahwa alam semesta mengembang. Dua tahun kemudian Edwin Hubble menunjukkan galaksi yang lebih jauh menjauh lebih cepat. Putar balik film itu, dan semuanya kembali ke satu keadaan yang sangat padat.

2

Cahaya sisa di seluruh langit

Pada 1965 Arno Penzias dan Robert Wilson terganggu oleh desis misterius di antena mereka. Mereka sempat membersihkan kotoran burung merpati dari antena, tetapi desisnya tetap ada dari segala arah. Itulah radiasi latar kosmik, cahaya dari 380.000 tahun setelah Big Bang.

3

Resep hidrogen dan helium

Teori Big Bang meramalkan berapa banyak hidrogen, helium, dan litium yang terbentuk di menit-menit pertama. Ketika astronom mengukur gas tertua di alam semesta, angkanya cocok, sekitar 3 banding 1 antara hidrogen dan helium.

Alam semesta terbuat dari apa?

Semua yang pernah kamu lihat hanya 5%.

  • ± 5% Materi biasa
  • ± 27% Materi gelap
  • ± 68% Energi gelap

Bintang, planet, gunung, laut, dan tubuhmu tersusun dari materi biasa. Materi gelap tidak memancarkan cahaya, tetapi gravitasinya terdeteksi dari cara galaksi berputar. Energi gelap membuat pengembangan alam semesta makin cepat. Keduanya belum diketahui wujudnya.

Batas pengetahuan

Yang belum kita ketahui

Sains bukan kumpulan jawaban yang sudah selesai. Inilah pertanyaan yang masih dikejar para ilmuwan, mungkin juga olehmu kelak.

Apa yang terjadi "sebelum" Big Bang?
Mungkin pertanyaannya tidak bermakna jika waktu juga bermula di sana. Mungkin juga ada sesuatu sebelumnya. Belum ada yang tahu.
Apakah inflasi benar-benar terjadi?
Para ilmuwan mencari jejaknya berupa pola gelombang gravitasi purba di radiasi latar kosmik. Sejauh ini belum ditemukan.
Materi gelap dan energi gelap itu apa?
Sekitar 95% alam semesta masih misteri. Pengamatan terbaru bahkan memberi petunjuk awal bahwa energi gelap mungkin berubah seiring waktu.
Seberapa cepat alam semesta mengembang?
Dua cara pengukuran memberi hasil berbeda (± 67 vs ± 73 km/s per megaparsek). Perbedaan yang disebut "ketegangan Hubble" ini belum terpecahkan.
Dari Indonesia

Big Bang lebih dekat dari yang kamu kira

Semut di TV tabung

Ingat layar "semut" di TV analog lama? Sebagian kecil dari bintik-bintik itu adalah radiasi latar kosmik yang tertangkap antena, cahaya sisa Big Bang yang mampir ke ruang tamu.

Observatorium Bosscha

Mulai dibangun pada 1923 di Lembang, Jawa Barat, Bosscha adalah observatorium modern tertua di Indonesia dan tempat banyak astronom Indonesia belajar mengamati langit.

Langit gelap Timau

Di Gunung Timau, Nusa Tenggara Timur, Indonesia membangun observatorium nasional dengan teleskop berdiameter 3,8 meter, memanfaatkan langit yang jauh dari polusi cahaya.

Ambang 1 dalam satu layar

Apa yang muncul

Ruang, waktu, energi, dan materi. Lalu hidrogen dan helium, bahan baku segala sesuatu.

Kondisi Goldilocks

Kita belum tahu kondisi apa yang memungkinkan Big Bang. Ini salah satu pertanyaan terbuka terbesar dalam sains.

Mengapa penting bagimu

Tanpa ambang ini tidak ada bintang, planet, ataupun kamu. Semua kisah berikutnya dibangun dari bahan yang lahir di sini.

Uji dirimu

Empat pertanyaan, tanpa nilai

  1. Di mana Big Bang terjadi?

  2. Cahaya tertua yang bisa kita lihat berasal dari kapan?

  3. Unsur apa yang paling banyak dihasilkan Big Bang?

  4. Berapa bagian isi alam semesta yang berupa materi biasa, yaitu atom seperti yang menyusun tubuhmu?

Setiap kali kamu menatap langit malam, kamu sedang melihat ke masa lalu, dan di baliknya, cahaya dari awal waktu masih tiba.

Komunitas

Rasa ingin tahu itu menular.

Gabung dengan anak muda lain yang suka bertanya "kok bisa?". Dapat kabar materi baru, diskusi, dan tantangan mingguan.

Channel Telegram segera hadir